Info Kesehatan

Apa yang harus dilakukan ketika Terkilir atau Keseleo ?
Pijat ? Kompres Dingin ? Kompres Hangat ?
Oleh : Immawati Lida Aulia Rahmah

Bismillahirrahmnirrahim
Oke, jadi sebelumnya kenapa memilih judul ini ?
Yeah, berdasarkan pengalaman pribadi sebelumnya dan sering sekali mendapat pertanyaan dari teman-teman ketika mereka mengalami keseleo atau terkilir, harus diapakan kah ini ? di kompres hangat kah? kompres dingin kah? katanya langsung dipijat ya biar cepat penyembuhannya ?
Nah, itulah sekilas latar belakang dari pengambilan judul ini.
Cusss kita bahas dari pengertian hingga pantangannya ! Cekidot
Pengertian
Keseleo (sprain) adalah cedera berupa robekan atau peregangan berlebih yang terjadi pada ligamen atau jaringan ikat yang menghubungkan antara tulang yang menyokong sendi. Ada pula istilah strain, strain adalah cedera berupa robekan atau peregangan berlebih yang terjadi pada otot atau jaringan ikat yang menghubungkan antara tulang dan otot. Cedera ini ditandai dengan tanda-tanda peradangan seperti kemerahan, hangat atau panas, nyeri, bengkak dan penurunan fungsi (nyeri saat digerakkan). Daerah yang paling sering mengalami keseleo adalah pergelangan kaki dan pergelangan tangan.

Penyebab
Terpeleset atau terjatuh pada posisi yang membuat ligamen mengalami tekanan berlebih dan mendadak ataupun otot mengalami penarikan paksa secara berlebihan
Kurangnya pemanasan sebelum berolahraga
Kesalahan dalam teknik latihan saat berolahraga
Latihan atau gerakan yang berlebihan dan berulang dalam waktu yang lama

Derajat Keparahan
Tingkat 1 : Peregangan ringan pada ligamen yang tidak mengganggu kestabilan sendi
Tingkat 2 : Robekan kecil pada ligamen yang tidak atau sedikit mengganggu kepada sendi
Tingkat 3 : Robekan total pada ligamen sehingga sendi menjadi tidak stabil

Pengobatan
Pengobatan atau penanganan pada keseleo bertujuan untuk mengurangi dan membantu meredakan proses peradangan. Berikut langkah penanganan yang dapat kita lakukan di rumah sebagai pertolongan pertama :
Kita singkat dengan istilah PRICE
Protect (melindungi) : Hindarkan bagian yang cedera dari aktivitas selama 48-72 jam paska kejadian cedera agar pergelangan yang sakit dapat beristirahat dan memperoleh waktu perawatan serta pemulihan yang cukup.
Rest (istirahat) : Istirahatkan atau minimalkan gerakan pada bagian cedera, prinsipnya seperti protect. Pada cedera pergelangan kaki dapat menggunakan sepatu pengaman atau kruk jika terpaksa harus bergerak sepanjang periode waktu penyembuhan.
Ice (es) : Kompres area yang cedera dengan es batu sesegera mungkin untuk mengurangi peradangan, sakit dan memar selama 15-20 menit. Lakukan dengan cara membungkus es batu dengan handuk sebelum diletakkan di area cedera untuk menghindari kerusakan kulit akibat es, jadi jangan langsung es batu ke kulit yaa harus ada perantaranya.. Jika tidak mempunyai es batu dapat diganti dengan apapun yang dingin seperti makanan atau minuman kemasan yang beku (tetap dilapis kain atau handuk). Lakukan kompres dengan jeda tiap 2 jam selama fase akut (3 hari pertama paska cedera). Hindari meninggalkan kompresan es pada kulit selama tertidur. Untuk beberapa kasus misalkan cedera pada atlet sepak bola saat bertanding dapat diberikan spray chlor etil sebagai pengganti kompres es, prinsipnya memberi sensasi dingin pada area yang cedera.
Nb : Kompres air hangat digunakan pada kasus perdarahan tertutup, jadi misalkan abis kebentur, trus memar, pas memarnya kebiruan gitu, nah buat membantu pemecahan darah yang membeku itu lah kita gunakan kompres hangat.
Compression : Balut pergelangan kaki atau tangan yang terkilir dengan perban kain elastis guna mengurangi proses pembengkakkan untuk 2-3 hari pertama. Pastikan balutan perban tidak terlalu kencang dan tidak longgar. Karena perban tidak anti air maka jaga perban agar tetap kering dan bersih. Lepaskan perban jika ingin mandi dan pasang kembali setelah kering. Pastikan perban terpasang dengan benar, segera ke dokter jika peradangan dirasa semakin parah.
Elevation : Letakkan pergelangan atau bagian yang cedera pada ketinggian minimal setinggi pinggul saat duduk dan ganjal lah dengan bantal atau apapun pada posisi berbaring.
Untuk penanganan nyeri, dapat pula diberikan obat pereda nyeri seperti parasetamol, asam mefenamat, ibuprofen atau aspirin. Akan lebih baik berkonsultasi kepada dokter atau apoteker terlebih dahulu untuk menentukan obat yang cocok untuk anda dengan pertimbangan misalkan anda memiliki keluhan atau penyakit lambung. Untuk beberapa kasus serius dapat disarankan untuk menggunakan gips atau melakukan operasi.
Jangan lupa untuk memeriksakan kondisi ke dokter untuk mengetahui penanganan lanjutan yang tepat. Terutama pada cedera serius yang mengarah pada putusnya ligamen atau patah tulang sebaiknya segera di periksakan agar dapat menentukan tindakan yang tepat.
Hindari
Jangan lakukan HARM
Heat (panas) : Jangan gunakan kompres hangat selama fase akut (3 hari pertama paska cedera). Air hangat dapat memperlancar aliran darah namun tidak cocok untuk digunakan pada fase akut karena fase akut adalah fase peradangan dimana pembuluh darah melebar dan akan semakin memperparah peradangan jika diberi kompres hangat. Maka pada fase akut yang dibutuhkan adalah kompres es untuk membantu pembuluh darah kembali ke ukuran semula dan dapat mengurangi sensasi nyeri.
Alcohol : Jangan mengkonsumsi alkohol karena dapat menghambat proses penyembuhan.
Running (lari) : Jangan gunakan untuk berlari pada kasus keseleo kaki karena dapat meningkatkan risiko cedera berulang.
Massage (pijat) : Jangan melakukan pemijatan pada fase akut (3 hari pertama paska cedera) karena dapat memperparah cedera yang terjadi apalagi jika kita belum tahu pasti seberapa parah derajat keparahan cedera tersebut. Pijat bertujuan untuk merelaksasi otot yang tegang, pemijatan boleh dilakukan jika dapat dipastikan tidak ada tanda peradangan dan tidak ada tanda krepitasi atau bunyi krek pertanda adanya patah tulang.

Intinya ketika terjadi KESELEO maka LAKUKAN PRICE dan HINDARI HARM.
Sekian informasi yang dapat kami bagikan, semoga bermanfaat.
Jaga kesehatan.

  1. Sumber : Materi Kuliah Penanganan Cedera Olahraga di KU UMY
    Alodokter.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *