Dibalik Kelahiran Wanita

(oleh Immawati Dewi Megawati)

Bidang Immawati Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Fakultas Pertanian UMY (PK IMM FP) kembali mengadakan kegiatan kajian rutin keakhwatan “Kajian Super Muslimah” pada Hari Jum’at, 5 Oktober 2018 di Ruang Student Lounge Fakultas Pertanian UMY. Kegiatan dilakukan pukul 11.00 WIB, disela-sela break waktu jum’atan. Kajian kali ini menghadirkan Ukhti Dewi Sri Muryawati dengan tema yang diangkat “Dibalik Kelahiran Wanita”. Para peserta yang hadir terlihat antusias dan semangat dalam mengikuti kajian ini, meskipun terlihat kebanyakan peserta yang hadir masih menjalani kuliah ba’da dzuhur jum’at itu.

Dalam kajian ini, dijelaskan bahwa wanita mulai ada berawal dari kisah nabi Adam  AS dan Hawa. Pada suatu ketika, Adam AS bermimpi bertemu seorang wanita yang sangat cantik bernama Hawa. Versi pertama saat Adam AS terbangun dari tidurnya, Hawa sudah berada di sampingnya. Diversi lain nabi Adam AS berkeinginan untuk melakukan hubungan badan, namun Allah berkata kepada Adam, ″Jangan engkau lakukan itu sampai kau mendatangkan maharnya″. Adam pun bertanya, ″Apa mahar (maskawin) nya?″ Allah menjawab, ″bersholawatlah kepada Muhammad″. Hawa diciptakan oleh Allah dari tulang rusuk kiri Adam AS. Secara bahasa arti Hawa adalah ′sesuatu yang hidup′ atau juga bisa berarti ′hasrat′ atau ′keinginan′. Hawa yang berarti hasrat atau keinginan adalah sebuah nama yang pantas disematkan, karena memang manusia diciptakan berdasarkan keinginan Allah untuk berkembang menjadi banyak manusia demi memakmurkan bumi, menjadi khalifah di bumi.

Dalam hadist Bukhari, Muslim, Ibnu Abi Syaibah, dan Baihaqi berbunyi ″Wanita itu diciptakan dari tulang rusuk, sementara yang paling bengkok itu bagian teratasnya. Jika engkau bersikeras meluruskannya, ia akan patah. Tetapi jika engkau membiarkannya, ia akan bengkok selamanya. Maka nasihatilah wanita dengan cara yang baik″. Fungsi wanita menurut islam yaitu menentramkan laki-laki, sesuai dengan Q.S. Ar-Rum 21 berbunyi: “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tandatanda bagi kaum yang berfikir”.

Peran seorang wanita yang baik menurut islam pertama mar’atush shalih menjadi wanita yang shalihah kedua istri para pejuang dan yang ketiga ibu para pejuang. Secara garis besar tanggung jawab wanita yang pertama dan utama yaitu  mengurus anak-anak, mengurus rumah tangga dan mendidik calon pejuang. Jadi islam membutuhkan wanita shalihah dan berperan banyak dalam wilanyah muslimah salah satunya mendidik dan menjadikan anak-anaknya sholeh sesuai dalam surat Al Ahzab:33 berbunyi “dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya”. Sekian tulisan kajian keakhwatan tentang “Dibalik Kelahiran Wanita” kali ini, sampai jumpa di kajian selanjutnya ya!

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *