The Adventure of CUPICU Team

Oleh: Immawan Muh Rijaldi Fahmi

Ketika keindahan senja mulai menampakkan jingganya yang seolah memberikan isyarat sebentar lagi langit akan dihampiri kegelapan. Kegelapan langit yang dihiasi oleh cahaya bintang bintang seolah menegurku akan adanya tugas yang telah menanti dipenghujung jalan. Sebut saja tugas ini adalah sebuah misi rahasia yang harus sesegera mungkin untuk diselesaikan.

Segala bentuk persiapan sebagai amunisipun tak lupa pula aku persiapkan. Ketika semuanya telah aku persiapkan dengan matang, pada hari senin (10/09/2018) lalu aku dan dua kawanku pun mulai melangkahkan kaki menuju stasiun yang akan menjadi awal perjalanan panjang kami. Kami bertiga menamai diri kami sebagai team Cupicu.

Team Cupicu (Culit Pisang Coconut Urin) merupakan nama team yang diambil dari nama judul proposal PKM-P (Program Kreativitas Mahasiswa kategori Penelitian) yang telah lolos di danai Kemenristekdikti. Adapun judul penelitian kami yaitu Alternatif Zat Pengatur Tumbuh Organik yang Berkelanjutan Terhadap Pertumbuhan Stek Tanaman Murbei (Morus alba L.).

Kami menamakan diri sebagai Team Cupicu karena bahan alternatifnya yang kami gunakan berasal dari limbah lingkungan yang terdiri dari kulit pisang kapok, urin sapi dan air kelapa. Team Cupicu sendiri terdiri dari 3 orang yaitu Laili Maulidiyah, Agung N Prabowo, dan saya sendiri Muhammad Rijaldi. Dalam menyusun dan melaksanakan program PKM-P tersebut, kami dibimbing oleh Ibu Genesiska S. Si, M.Sc selaku dosen prodi Agroteknologi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

Untuk menindak lanjuti proses publikasi hasil penelitian yang telah dilakukan oleh team Cupicu, kami mengikuti kegiatan Internasional Conference on Science Technology and Engineering for Sustainable Development (ICosTES). Kegiatan tersebut berlangsung di Universitas Islam Malang (UNISMA) selama dua hari yaitu Senin (10/09/2018) dan Selasa (11/09/2018). Pada kegiatan ICOSTES kali tersebut, team Cupicu mengikuti Poster Precenter dengan mengangkat judul penelitian “CUPICU Natural Hormone Potentially Enhance Cutting Survival Rate of Mulerry (Morus alba L.)”.

Setelah melaksanakan kegiatan ICoSTES yang merupakan misi utama kami, kamipun beranjak ke misi kedua atau yang terakhir. Misi yang akan kami lakukan merupakan sebuah misi yang sangat berbeda dari misi yang telah kami laksanakan sebelumnya. Pada hari Rabu (12/09/2018) Menyusuri gelapnya kota Malang dengan secercah cahaya yang berasal dari mobil jeep merah yang kami naiki. Menyusuri jalan yang berkelok kelok serta menanjak di tengah kegelapan memberikan sensasi yang menegangkan bagi kami.

Dan tak terasa arlogi ditanganku pun menunjukkan pukul 05.00 WIB yang mengisyaratkan mentari akan segera bersinar. Dari tempat ketinggian, mentari mulai menyapa alam ini dengan cahaya yang dipancarkannya. Setelah menikmati sunrise, kamipun melanjutkan perjalanan kami menuju tempat surganya para pelancong di kota Malang, sebut saja Bromo. Hamparan padang pasir sejauh mata memandang menjadi daya tarik tersendiri dan mengundang decak kagum para pelancong yang ada disana.

Setelah semua misi yang kami recanakan sudah terlaksana dengan sukses, kesokan harinya pada hari Kamis (13/09/2018) kami memutuskan kembali ke kota Yogyakarta yang menyimpan sejuta kerinduan dengan menggunakan moda transportasi kereta api.

Nantikan Petualangan Team Cupicu selanjutnya yaa!

One Comment

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *