Category: Karya Kader

Puisi Pemuda

Minggu di hari ini, Mengingatkan pada 90 tahun dahulu Pada tanggal 28 Oktober, Mengembalikan hakikat pada Sumpah Pemuda Mereka bilang Pemuda adalah kekuatan besarnya bangsa Mereka bilang Pemuda menjadi harapan suatu negara Muhammad Al Fatih namanya Pemuda gagah berani Pemimpin terbaik Sang penakluk konstantinopel Tak hanya berani Namun juga cerdas Tak hanya cerdas Namun juga

Ambilkan Kaca untuk Hukum Indonesia

Ditulis Oleh: Rizki Ramadhani (Agroteknologi 2016) Sebelum mulai membaca artikel ini, anda tidak perlu mempersiapkan camilan atau sekedar menarik nafas panjang. Karena saya tidak akan membeberkan fakta berderet yang akan membuat ironi hukum di Indonesia semakin carut marut. Ada suatu peristiwa yang menggegerkan dunia jurnalis sekitar 2017 lalu, dan masih berlanjut hingga terakhir saya dengar

The Adventure of CUPICU Team

Oleh: Immawan Muh Rijaldi Fahmi Ketika keindahan senja mulai menampakkan jingganya yang seolah memberikan isyarat sebentar lagi langit akan dihampiri kegelapan. Kegelapan langit yang dihiasi oleh cahaya bintang bintang seolah menegurku akan adanya tugas yang telah menanti dipenghujung jalan. Sebut saja tugas ini adalah sebuah misi rahasia yang harus sesegera mungkin untuk diselesaikan. Segala bentuk

CCI #1 : ”Wanita Hebat, Wanita Kreatif”

Setelah pergantian periode kepemimpinan, Bidang Immawati Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Fakultas Pertanian UMY (PK IMM FP) kembali mengadakan kegiatan CCI (Creative Community of Immawati). Kegiatan tersebut dilaksanakan Jumat (21/09/2018) lalu dengan tema “Wanita Hebat, Wanita Kreatif”. Seperti yang kita ketahui, Bidang Immawati merupakan bidang di IMM yang semua anggotanya merupakan para akhwat atau perempuan. Bidang Immawati

Kopi Hitam Netizen di Malam 1 Suro: Islam dan Budaya Lokal

Karya: Rizki Ramadhani, Agroteknologi 2016 Cangkir porselen itu disajikan pada masing-masing satu tamu, jumlahnya seingat saya ada 6 dalam satu baki. Untuk saya, kedua teman saya, pak kepala Dusun dan tetangganya. Sementara satu cangkir dibiarkan menjadi refill, wong sepanjang obrolan bu kepala Dusun namung mesem lan ngguyu. Hawa dingin menemani obrolan kami yang berlarut hingga

Lembaran Baru 1440H

Satu tahun yang sudah berlalu kini betapa besar penyesalanku impianku sirna ditelan waktu bagaikan hidup ini hanya semu kala itu aku menghampirimu pikirku kau harapanku pikirku kau penolongku ternyata salah penilaianku kini ku ikhtiarkan takdirku dan menatap lembaranmu lembaran baru yang menantiku untuk kugoreskan tinta hidupku tetapi Tuhan Maha Tahu tahu garis garis tintaku maka

International Hijab Solidarity Day, Saatnya Immawati Sadar Akan Solidaritas

(Karya: Immawati Try Puji Utami dan Immawati Laili Maulidiyah) International Hijab Solidarity Day (IHSD) merupakan peringatan Hari Solidaritas Hijab Sedunia yang diperingati setiap tanggal 4 September setiap tahunnya. Hari Solidaritas Hijab Sedunia ini berawal dari sebuah konferensi di kota London, Inggris pada (4/09/2004). Konferensi ini diselenggarakan dalam rangka meningkatkan integritas wanita dan kesolidaritasan sesama manusia.

Keresahan Petani

Keresahan yang mendalam.. Ku pikir wadah ini layak.. Layak untuk diajak berkembang.. Tetapi.. entah aku? Atau kau? Hanya tunduk pada perintah! Hanya merasakan lelah semata! Mungkin ini artinya aku atau kau disini.. Mencoba untuk merubah yang ada.. Merubah? Tak semudah merubah gandum menjadi roti.. Hanya dalam beberapa jam saja! Tetapi… Tetapi ini merubah kultur.. butuh

Sekantung Harap

Bilamana gelap tlah menjadi gulita Dan sepi kemudian merenggut pelita Tiada gaduh yang lagi dipinta Hanya berteman malam yang tersisa kata   Ayah, anak kecil ini ingin bercerita Tentang bagaimana indah suramnya jatuh cinta Mungkin bagimu ini derita Demi membesarkanku, kau telah korbankan harta   Ibu, rindu kuingat masa kecilku Lembut jemarimu kala menyisir surai

Kegelisahan Petani, Kegelisahan Kita Bersama

Pagi itu saat fajar mulai menyingsing terlihat 2 orang petani, sebut saja pak darmini dan pak darminto. Duduk santai dibawah gubuk reyot sambil menikmati syahdunya suasana sawah. Diiringi suara gemericik aliran air sungai dan cuitan burung bersahutan, terasa melegakan mereka dengan segala beban hidup yang mereka hadapi. Bermodalkan lintingan rokok dan kopi mereka ngobroll ngalor