Category: Opini Kader

Ambilkan Kaca untuk Hukum Indonesia

Ditulis Oleh: Rizki Ramadhani (Agroteknologi 2016) Sebelum mulai membaca artikel ini, anda tidak perlu mempersiapkan camilan atau sekedar menarik nafas panjang. Karena saya tidak akan membeberkan fakta berderet yang akan membuat ironi hukum di Indonesia semakin carut marut. Ada suatu peristiwa yang menggegerkan dunia jurnalis sekitar 2017 lalu, dan masih berlanjut hingga terakhir saya dengar

Kopi Hitam Netizen di Malam 1 Suro: Islam dan Budaya Lokal

Karya: Rizki Ramadhani, Agroteknologi 2016 Cangkir porselen itu disajikan pada masing-masing satu tamu, jumlahnya seingat saya ada 6 dalam satu baki. Untuk saya, kedua teman saya, pak kepala Dusun dan tetangganya. Sementara satu cangkir dibiarkan menjadi refill, wong sepanjang obrolan bu kepala Dusun namung mesem lan ngguyu. Hawa dingin menemani obrolan kami yang berlarut hingga

International Hijab Solidarity Day, Saatnya Immawati Sadar Akan Solidaritas

(Karya: Immawati Try Puji Utami dan Immawati Laili Maulidiyah) International Hijab Solidarity Day (IHSD) merupakan peringatan Hari Solidaritas Hijab Sedunia yang diperingati setiap tanggal 4 September setiap tahunnya. Hari Solidaritas Hijab Sedunia ini berawal dari sebuah konferensi di kota London, Inggris pada (4/09/2004). Konferensi ini diselenggarakan dalam rangka meningkatkan integritas wanita dan kesolidaritasan sesama manusia.

Kegelisahan Petani, Kegelisahan Kita Bersama

Pagi itu saat fajar mulai menyingsing terlihat 2 orang petani, sebut saja pak darmini dan pak darminto. Duduk santai dibawah gubuk reyot sambil menikmati syahdunya suasana sawah. Diiringi suara gemericik aliran air sungai dan cuitan burung bersahutan, terasa melegakan mereka dengan segala beban hidup yang mereka hadapi. Bermodalkan lintingan rokok dan kopi mereka ngobroll ngalor

KENAPA LGBT??

LGBT adalah singkatan dari lesbian, gay, biseksual, dan transgender. Istilah tersebut digunakan pada tahun 1990 untuk menggantikan frasa komunitas gay atau komunitas yang memiliki orientasi seks terhadap sesama jenis khususnya laki-laki. Istilah LGBT sudah mewakili kelompok-kelompok yang telah disebutkan seperti di atas. LGBT memiliki lambang berupa bendera berwarna pelangi. Beberapa negara, bahkan memiliki  istilah tambahan seperti LGBTQ ( Q

2018 dan Harapan Semu?

Mentari mulai terbit, Pelita datang menerangi ke segala sudut arah, Semesta sedang bekerja, Bergerak bersahutan, Pun Juga raga ini, Bergerak bersahutan, Mata ini melihat, Betapa menajubkannya, Kaki ini melangkah perlahan, Berjalan menapaki kebun asri nan hijau, Telinga ini mendengar cuitan burung bersahutan, Hidung ini menghirup butiran udara maya tak terlihat, Ku serap dalam dalam, Ku

2018 dan Mimpi Sebuah Bangsa

Berabad sudah negeri ini berdiri, Harap pun terikrar terukir, Melewati ruang dan waktu, Berjalan perlahan terjang rintangan, Naiki kapal Nusantara yang indah nan gagah, Nahkoda silih berganti memimpin, Rakyat pun hanya mengekor, Mengikuti kemana kapal ini berlayar, Terjang besarnya ombak samudera, Atau ikuti arus saja? Dan lagi rakyat pun hanya mengekor, Kapal ini adalah kapal

PAHLAWAN JAMAN NOW

-PAHLAWAN JAMAN NOW- Indonesia rindu pahlawan, Indonesia rindu pemimpin yang benar-benar pembela bangsa tanpa mementingkan unsur politik di dalamnya, darah di korbankan, nanah di baktikan, jiwa di relakan demi nusa bangsa, pahlawan yang mempunyai tujuan, yang mempunyai kemauan untuk melangkahkan kaki sampai akhir perjalanan, bukannya Bung Karno telah berucap dalam pidatonya “Bangsa yang besar adalah

Diperingati Setiap Tahun, Masih Adakah Sosok Pahlawan di Masa Kini?

-Diperingati Setiap Tahun, Masih Adakah Sosok Pahlawan di Masa Kini?- Dimulai dari pendidikan Sekolah Dasar, pelajar di Indonesia telah dididik dengan nasionalisme tinggi seperti halnya tertera pada buku pintar RPUL. Siswa Sekolah Dasar di akhir tahun 2010-an acapkali lancar menghafal halaman-halaman terakhir di buku pintar tersebut, dimana isinya adalah sejumlah hari besar dan nama-nama pahlawan

Peringatan Hari Sumpah Pemuda: Momentum Muhasabah Bagi Pemuda

Peringatan hari sumpah pemuda sudah menjadi rutinitas tahunan setiap tanggal 28 Oktober. Sejarah mencatat lebih kurang sembilan dekade silam pemuda Indonesia berikrar satu tumpah darah, satu bangsa, dan satu bahasa. “Pemuda hari ini adalah pemimpin hari esok”. Itulah di antara jargon dan semboyan masyarakat yang seringkali terdengar ketika menyebut satu kelompok masyarakat yang dinamakan pemuda.